Gejala yang Berbahaya Pada Kehamilan

 

Gejala yang Berbahaya Pada KehamilanWANITAKITA.COM – Kehamilan merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh pasangan suami istri. Kehamilan yang normal, dimulai dari ovulasi hingga partus lamanya 280 hari. Ada beberapa kehamilan yang berakhir sebelum waktunya. Dan ada juga beberapa masa kehamilan yang melebihi waktu normal.

 

Selama kehamilan kita diwajibkan untuk selalu waspada mulai dari menggunakan make up hingga makanan yang dikonsumsi. Karena ada beberapa faktor yang bisa membahayakan janin Anda. Untuk itu, langsung saja Anda simak berikut ini.

Adanya Pembekakan pada tangan, wajah, dan kaki

 

Saat hamil memang Anda akan mengalami berbagai perubahan. Seperti perut membesar, berat badan bertambah dan kaki mengalami pembekakan. Namun, Anda harus waspadai jika pembengkakan terjadi pada tangan dan wajah yang tidak normal, apalagi jika disertai rasa nyeri di bagian ulu hati, pusing dan kejang-kejang. Berat badan yang tidak normal saat hamil juga perlu Anda waspadai.

Deman Tinggi

Mungkin ketika hamil, Anda sering demam. Tapi saat Anda mengalami demam yang tinggi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Jika terjadi demam yang tinggi dan tidak ditangani secara serius, maka akan menimbulkan infeksi bagi si ibu. Selain itu, akan menyebabkan janin tidak berkembang secara normal sehingga terlahir prematur. Bahkan lebih parahnya Anda akan mengalami keguguran.

Keluar Air Ketuban

Air ketuban keluar adalah tanda akan melahirkan. Tapi jika air ketuban keluar saat belum waktunya, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan. Namun, Anda juga perhatikan warna air ketuban yang keluar.

Mengalami Pendarahan

Bulan-bulan awal kehamilan Anda mengalami pendarahan. Waspadalah, karena hal ini bisa menyebabkan keguguran. Keluarnya darah merah segar atau berwarna kehitaman di usia kehamilan sudah cukup, itu diakibatkan ari-ari (plasenta) yang terlepas hanya sebagian saat bayi belum lahir. Jika demikian, maka Anda harus waspada.

Mengalami Muntah yang Berkepanjangam

Umumnya ibu hamil tentu akan mengalami perubahan hormon yang bertujuan untuk menjaga kehamilan. Namun, ada juga akan muntah yang berkepanjangan karena perubahan hormon ini. Sehingga kesadaran akan menurun dan menyebabkan ibu hamil kekurangan cairan.