Mengenal Penyebab Autisme Pada Balita

 

Mengenal Penyebab Autisme Pada BalitaWANITAKITA.COM – Penyakit autisme merupakan kelainan perkembangan pada sistem saraf yang dialami oleh balita. Gejala-gejala yang bisa dilihat adalah kesulitan dalam berinteraksi sosial, gangguan untuk berkomunikasi dan kesulitan memahami emosi orang lain.

 

Kebanyakan orang mengatakan bahwa penyebab autisme berhubungan dengan gen, lingkungan dan kombinasi keduanya. Untuk itu, lansung saja Anda simak berikut ini.

Genetika

 

Jika sebuah keluarga memiliki anak yang mengalami autisme, maka anak ke dua juga mempunyai resiko mengidap penyakit yang sama. Bahkan beberapa peneliti mengatakan bahwa jika anak terlahir kembar dan diantara salah satunya menderita penyakit autis maka kemungkinan besar kembarannya juga menderita penyakit yang sama. Ingat, penyakit autisme bisa muncul kapan saja.

Pestisida

Paparan langsung dari pestisida bisa menyebabkan autisme. Para ahli telah menemukan bahwa pestisida bisa menyebabkan gangguan pada gen yang sangat penting dalam sistem saraf. Pestisida memiliki zat kimia berbahaya yang bisa mempengaruhi gen.

Obat-obatan

Balita yang dulunya selalu terkena obat-obatan saat di dalam rahim seperti asam valproat dan thalidomide, cenderung lebih besar terkena autisme. Thalidomide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa mual, kecemasan dan insomnia. Sedangkan, asam valproat digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, gangguan mood dan bipolar, namun biasanya juga masih digunakan untuk mengatasi gangguan kulit dan kanker.

Usia Tua

Anda hamil dimasa tua? Maka kemungkinan besar anak Anda akan menderita autisme. Karena beberapa meneliti mengatakan bahwa wanita yang sudah menginjak usia 40 tahun cenderung beresiko lebih besar mempunyai anak autis dibanding wanita yang masih berusia 20 hingga 29 tahun. Hal ini disebabkan mutasi genetik pada sperma dan sel telur saat orang tersebut semakin tua.

Gangguan Perkembangan Otak

Bagian otak, seperti korteks serebral dan cerebellum, telah terlibat pada perkembangan autisme. Bagian otak ini yang berfungsi untuk gerakan, konsentrasi, dan suasana hati. Gangguan dalam pengaturan kadar dopamin bisa mengakibatkan gangguan untuk berkonsentrasi dan melakukan gerakan. Tidak mampu mengontrol kadar serotonin bisa menyebabkan gangguan suasana hati.